MARUTI SUTA CENTER

Paduan Supranatural dan Spiritual

Om Swastyastu!

Maruti Suta Center

Media Komunikasi dan Sharing Informasi

Tentang Supranatural dan Spiritual


Hakekat Ilmu Hanuman : Spirit Utama Dibalik Ajaran Maruti Suta

(Dikutip dari buku,”Ilmu Hanuman” Penulis: Kadek Yudhiantara,Penerbit Paramita Surabaya,2005)

Tokoh Shri Hanuman sangat populer tidak saja di tanah kelahirannya, India, juga di Indonesia khususnya Jawa dan Bali. Di Jawa sang tokoh dikenal dengan beberapa nama seperti Raden Anoman, Raden Nilapati, Ramadayapati, atau Ketek Putih. Sementara itu, di Bali ia lebih populer dengan sebutan Sang Hanuman, Sanghyang Maruti, Pawana Atmaja atau Sang Wanara Petak. Sedangkan di India, Shri Hanuman marak dengan berbagai julukan sebanding dengan kuil atau patung-patungnya yang bertebaran di wilayah pedesaan India bagian utara, pusat bahkan jauh keselatan mulai dari Bangalore hingga Puttaparthi. Berikut ini adalah sebagian dari julukan yang diberikan kepadanya; Shri Ramakatalola, Mahaduta, Wajrakaya atau Wajranaka, Pradnya, Lankini Bhanjana, Panca Waktra, Shri Panchamuka Hanuman, Wibisana Priyakara, Wajradamstra, Maha Tapase, Loka Puja, Kumara Brahmacari, Jitendryam, Manojawam, Puchabalah, Vayukumara, Budhimatam Waristam, Maruta Nandana, Maruti, Vayuputra, Kapisena Nayaka, Sarwa Rogahara, Kapisuta, Sarwa Yantraatmaka, Sarwa Mantraswarupini, Sarwadukhahara, Tatwajnana Pradaya, Mahateja, Yogine, Sanjiwa Giridari, Santa, Sura, Dira, Sugriwa Sanjiwa, Mahatma, Shri Anjaneya atau Anjaniputra, Kesari Suta, Sankarasuvan, Sankatmochan, Mahawira, Bhajarangi dan sebagainya.

Popularitas Shri Hanuman berkibar seiring dengan terkenalnya epos Ramayana khususnya episode Sundara Kanda, yang sering diangkat sebagai tema dalam cerita pewayangan. Kisah-kisah heroi¬k, kekuatan dan kesaktian yang menakjubkan dari sang tokoh telah diserap begitu rupa ke dalam kancah kebhatinan sejalan dengan kepercayaan masyarakat pendukungnya. Itu sebabnya atribut-atribut Shri Hanuman sering digunakan sebagai simbol aktif yang berhubungan dengan kekuatan. Di India, gambar-gambar Hanuman dipasang di atas pintu dengan maksud untuk menjaga keluarga dari pelaku kejahatan atau dari gangguan roh-roh jahat. Di Bali, sampai sekarang simbol-simbol Hanuman kita dapati dalam bentuk rerajahan, mantra, patung atau pelinggih, bahkan tempat-tempat tertentu yang dikaitkan dengan wilayah kekuasaan Sang Raja Kera ini (Kapisena Nayaka).

Pengembaraan bathin penulis dalam “mengejar” karunia Shri Hanuman menyimpulkan bahwa Putra Kesayangan Dewi Anjani ini merupakan pengejawantahan Bhaktishakti. Misi utama hidupnya adalah menegakkan pilar-pilar penyangga dharma melalui teladan ajaran bhakti, saranaghati. Dengan aparabhakti memperoleh shakti, melalui parabhakti mendapat mukti.

Sebagai abdi, Hanuman menerima julukan seperti Sitasawita Ramapadasewa Durandhara, Bhaktawatsala, Shri Ramabhakta atau abdi muda Shri Hari, karena Shri Hanuman menebar Ramanama dalam semangat bhakti yang tulus. Episode bhakti ini adalah bagian yang terabaikan dan jarang dicermati ketimbang kisah-kisah kepahlawanannya yang lain. Bahkan, kekuatan (shakti) Shri Hanuman jarang dikaitkan dengan ajaran bhakti, yang sesungguhnya justru menjadi sebab dari kekuatan yang dimilikinya.Dengan menampilkan “sisi yang terabaikan” itu, penulis berharap kehadiran buku ini dapat menambah keragaman persepsi dan keyakinan dalam masyarakat tentang karakter Shri Hanuman. Semula bahan-bahan buku ini tercecer lepas berupa makalah seminar tenaga dalam, rekaman pengaRahun penulis dalam VCD atau lembar-lembar pengantar dan pedoman latihan di lingkungan Padepokan Maruti Suta. Lebih dari 20.000 an para bhakta padepokan ini harus berpuas diri dalam menapaki ajaran bhakti Shri Hanuman melalui bahan-bahan yang tercecer itu. Namun dengan terbitnya buku ini mudah-mudahan pemahaman mereka lebih meluas sehingga ajaran dan teladan hidup yang disampaikan Shri Hanuman dapat dihayati secara lebih baik.

Penulis juga berharap buku ini dapat memberikan kontribusi positip bagi penegakan ajaran bhakti umat Hindu umumnya.

Anda,pembaca blog ini yang berminat dengan buku tersebut dapat membelinya di toko buku terdekat atau menghubungi penerbit dan bookstore Paramita,Jl.Letda Made Putra 16 Denpasar Telp.0361 226445

OM SHRI HANUMATE NAMAH

Namaste

Januari 18, 2010 - Posted by | Uncategorized

5 Komentar »

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Komentar oleh Mr WordPress | Januari 18, 2010 | Balas

  2. Namaste Guru besar ,jaya Rama ,Hidup Bajrang Bali. beberapa tahun lalu,ketika Saya pertama kali getol kebathinan,hingga sekarang ini,mengelola paguyuban kecil,hal pertama yaitu senang dngn figur Hanuman,namun saat itu,murid msh terbentur wktu dan tempat,semangat sampai saat ini msh berkobar,memohon bimbingan dari sesuhunan maruti sutha,murid yg rendah ini menghaturkan banyak terimakasih atas bimbingan maupun spirit yang murid dptkan dimaruti suta,jaya selalu maruti suta

    Komentar oleh cakra bayu | Agustus 27, 2010 | Balas

    • Salam mas cakrabayu,Jay Srhee Hanuman,semoga kita selalu mendapat kebaikan,kesehatan dan kerahayuan hidup.

      Komentar oleh admin MSC | September 15, 2010 | Balas

  3. mau tanaya biaya latihan. terimakasih

    Komentar oleh kadek moleh | Maret 28, 2011 | Balas

    • Biaya latihan bervariasi tergantung programnya,mulai dari sukarela s/d Rp.250.000,tks

      Komentar oleh Maruti Suta | Maret 10, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: