MARUTI SUTA CENTER

Paduan Supranatural dan Spiritual

Prashanti Nilayam


THOUGHT FOR THE DAY

1. Apa yang dimaksud dengan pesan SAI? ‘S’ berarti Spiritual, ‘A’ untuk Asosiasi dan ‘I’ untuk Individu. Ini berarti bahwa engkau harus memberikan prioritas pertama untuk spiritual; selanjutnya kepada masyarakat dan akhirnya memperhatikan kepentingan individu. Tetapi, saat ini manusia mengikuti urutan yang terbalik, misalnya, dia menganggap kepentingan individu diatas kepentingan pada masyarakat dan memberikan prioritas terakhir pada spiritual. Akibatnya, dia menjauhkan dirinya dari Tuhan. Pertama-tama, manusia seharusnya mengikuti jalan spiritual dan selanjutnya melayani masyarakat, memahami prinsip persatuan. Hanya dengan demikian akan ada kemajuan di tingkat individu. (BABA) Date: Sunday, June 28, 2009

2. Mari kita coba menelaah tentang “Chamatkara”, sesuatu yang menarik perhatian dan membuatmu kagum. Engkau melihat sekuntum bunga. Engkau akan menggenggamnya lama dengan tanganmu jika warna dan aromanya menarik. Engkau masuk ke dalam pasar dan melihat setumpuk buah-buahan. Jika buah-buahan tersebut tidak menarik, engkau tidak akan merasa harus memakan buah tersebut dan mengambil manfaatnya. Daya tarik adalah pembawaan alami dari Ketuhanan. Ketika seseorang melepaskan nafsu keinginan diri sendiri, maka kasihnya akan mengembang sampai tempat yang terjauh dari Alam Semesta ini sampai orang tersebut menjadi sadar akan Kasih Alam Semesta yang meliputi semuanya. Divine Discourse, Nov 23, 1976.

3. Saat kita mengisi atmosfir dengan kebencian, kita juga terpaksa harus menghirup udara yang sama, dan dengan demikian kita akan mendapatkan kebencian juga. Ketika kita memenuhi udara dengan irama yang penuh penghormatan, kerendahan hati, kasih, keberanian, percaya diri dan tenggang rasa, kita juga yang akan menikmati sifat-sifat tersebut. Hati ini adalah gulungan film dan pikiran kita adalah lensanya; putarlah lensa pada dunia dan gambar dunia akan tercetak dalam hati. Putarlah pada Tuhan dan ia akan memberikan gambar-gambar Ketuhanan. – Divine Discourse, Nov 14, 1976.

KAMI DAN SANG PROFESOR
Atas panggilan Bhagavan Shri Satya Sai Baba,kami kembali datang dan “mondok”di Parthi Puri antara Juni-Juli 2007.Hari Raya Galungan di bulan juni 2007 ini, kami peringati di tempat ini.Penulis merasa sangat beruntung karena telah beberapa kali metirtha-yatra ke tempat suci ini.Beberapa sahabat bhakta yang juga ikut bersama penulis antara lain I Gusti Agung Ngurah,Ketut Ardhana,Kadek Sila,Istri dan anak anak penulis (Ratna Suryani,Radha Andhrasvari, Prabha Udgithavahini),ibu penulis,Ni Made Yasminah dan beberapa kerabat bhakta dari Sai Center Denpasar.
Serasa di svarga,hari demi hari kami lalui dengan kedamaian dan kebahagiaan.Kami memasuki sebuah alam baru,”kehidupan spiritual” yang jauh dari hiruk pikuk duniawi.Sebuah momen keramat,dimana kami diberi kesempatan meneguk curahan air kasih sayang Illahi di sebuah tempat bernama Prashanti Nilayam ini.
Kami menapak hari hari kudus dalam limpahan kasih sayang illahi ,disaksikan Yang Mulia Ganesha dan Sri Subrahmanyam, Ibunda Gayatridevi dan Mahalaksmi…..kami merajut sadhana.Diam,merenung dan bersyukur.Kadang tersenyum,kadang haru dan menangis.Tapi semua itu keluar dari hati,dalam bingkai taman hati yang indah penuh bunga bunga kebahagiaan. Tidak ada kata mendua,mata,telinga dan indrya lainnya tertuju hanya pada “cahaya yang satu itu”. Pikiranpun tersulap dalam keheningan yang dalam, yang memancar dari “cahaya yang satu itu” jua. Semua ini dan banyak hal lainnya lagi terjadi disini,di tempat ini. Yang jelas sulit diperikan dengan kata,tapi mudah dirasakan.Hati damai,tenteram dan bahagia. Bagaikan bayi yang menangis, gelisah dan haus, setelah mendapat ASI yang cukup,terbuai tenteram dalam dekapan hangat ibunya.Disini,semua itu kami rasakan.
Begitulah gambaran jiwa dan pengalaman kami,berada disini, di sebuah tempat istimewa bernama Prashanti Nilayam.Dengan menatap “Cahaya Yang Satu itu”, yang membius inderawi ribuan para bhakta di tempat ini (yang mungkin sebelumnya resah,gelisah,bersedih ) setelah masuk ketempat suci ini dengan hati “berserah diri” semuanya mendapat penghiburan rohani.Pengharapan dibangunkan.Luka luka disembuhkan.Karat noda karma buruk digosok. Yang bertentangan didamaikan.Hati menjadi tenteram . Dalam diam berseru : OM SAI RAAM!

Cahaya Yang Satu itu! Dia adalah pusat magnetis,yang menarik hati para bhakta untuk sadar akan pentingnya jalan spiritual.Dia,yang dengan kekuatan premaNya membius jutaan umat didunia untuk bersujud,menyadari hakekat kebenaran sejati.Bahwa Tuhan itu SATU.Bahwa kita semua bersaudara.Bahwa praktek agama sejati adalah saling mengasihi. Bahwa ego dan kesombongan adalah kebodohan belaka. Dia, tidak lain dan tidak bukan adalah Sadguru Bhagavan Shri Sathya Sai Baba. Beliaulah,”Cahaya Yang Satu itu”.Beliau jualah yang memanggil kami,untuk hadir di Prashanti Nilayam ini.
Disela sela sadhana harian yang kami jalani di Prashanti Nilayam, suatu ketika,seusai mengikuti dharsan di Sai Kulvant Hall,kami bertiga (penulis,Ngurah dan Ketut Ardhana) bergegas menuju guest house tempat kami beristirahat.Di belakang kami berjalan pelan seorang India yang berperawakan tegap dan tinggi.Usia Beliau kira kira diatas 60 tahun,masih sangat enerjik.Beliau menyapa kami dengan sangat sopan dan penuh kasih.Beliau memberikan penulis sebuah buku tipis seraya menjelaskan bahwa apa yang tertulis di buku tersebut telah mendapat restu Svami (Bhagavan Sai Baba),dan mempersilahkan kami untuk menyebarluaskannya (menerjemahkan dan mempublikasikan secara luas dimanapun negara asal kami).Kamipun lantas menyanggupi hal tersebut. Belakangan kami tahu,Beliau adalah Prof.Dr.M.Gopalakrisnan,MSc,PhD (Retd.Professor & Principal,Govt.College,M’lore (DK) Karnataka. Beliau “menyerahkan diri” dalam perlindungan Bhagavan Sai Baba, tinggal di A I Saiharsha Apts,Sai Ram Colony,PO Prashanti Nilayam Puttaparthi,AP-515134,India.
Selama perjalanan ke guest house itu,kami terus ngobrol ringan,tapi serius.Sesekali kami ber empat berhenti jika ada hal hal yang perlu mendapat stressing dari topic pembicaraan diantara kami.Pada suatu kesempatan, sesaat sebelum kami berpisah (karena berbeda arah),kami berhenti sejenak.Teman kami,Ngurah Agung terlibat perbincangan serius dengan Profesor itu.Saya dan Ketut Ardhanapun mendengarkan dengan seksama. Profesor itu berkata : “ kerinduan saya terhadap Tuhan kini telah terobati.Apalagi saya telah diberi kesempatan baik untuk tinggal dekat dengan Svami (Bhagavan Sai Baba) di Prashanti Nilayam ini.Dari dulu saya berdoa : Tuhanku terkasih Sai,untuk mengakhiri pengembaraan jiwa ini,yang telah melalui banyak waktu kelahiran di dunia ini,sekarang saya sudah datang kehadapanMu.Ijinkanlah,berkatilah,berilah hamba ruang didalam hatiMu untuk tinggal dalam rumahMu selamanya.Biarkanlah perjalanan ini menjadi akhir untuk selama lamanya,karena hamba telah tiba dirumah dimana asal saya yang sebenarnya.Jay Sai Raam!” demikian ucapan beliau dan setelah itu,kamipun berpisah.
Disaat waktu menginjak ke bulan januari 2008 kisah perjumpaan kami dan Sang professor itu telah terjadi 6 bulan silam.Selama 6 bulan, kami mempelajari buku yang ditulis professor itu. Meski ditulis dengan gaya puisi, kami mendapat renungan mendalam tentang banyak hal spiritual. Semakin dalam kami renungkan esensi kalimat demi kalimat yang ditulis professor itu,makin larutlah kami kedalam nuansa spiritual yang penuh berkah.Begitu manis dan indah. Maka,kamipun segera mencoba menerjemahkan buku professor itu.

Di bulan Januari 2008 ,menjelang Hari Raya Galungan umat Hindu di Bali, kembali atas panggilan Sadguru Bhagavan Sai Baba kami bersiap siap untuk datang ke Prashanti Nilayam lagi. Maka,begitu buku terjemahan ini rampung kami kerjakan (17 Januari 2008) kamipun segera serahkan ke penerbit.Atas rahmat Svami,kami berangkat ke Prashanti lagi keesokan harinya (tgl 19 Januari 2008) ; dan buku ini kami persembahkan kepada para bhakta Sai.

Jika anda berminat membaca buku tersebut (OM SAIRAM: Begitu Cepat Keindahan Cery Berlalu),anda bisa mendapatkannya di bookshop terdekat atau menghubungi penerbit Paramita Surabaya,Jl.Letda Made Putra 16 Denpasar telp.0361 226445,atau kunjungi http://www.paramitapublisher.com

1 Komentar »

  1. its very nice thing which i can see tht baba wll present in all over the world & every body hert

    Komentar oleh Arup kumar pandit | Agustus 20, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: